Nara, mahasiswi desain grafis yang lahir dengan empati fisik, bisa merasakan nyeri orang lain setiap kali bersentuhan. Untuk bertahan, ia menuangkan denyut itu menjadi mural bernuansa merah yang pelan-pelan viral. Pertemuannya dengan Raka, seorang barista yang menyimpan luka keluarga, membuka mata Nara pada pola sakit yang beredar di sudut-sudut kota dan mengubah muralnya menjadi ruang aman tempat orang menaruh kisah tanpa harus bicara panjang. Ketika perhatian publik datang, sebuah startup kesehatan menawarkan proyek peta nyeri kota yang tampak mulia namun menyimpan agenda komersial. Rasa perih Nara makin menggerogoti, hubungannya dengan Raka renggang, dan komunitas mural diancam pembongkaran. Nara harus memilih antara menjual kisah-kisah yang ia jaga atau menolak eksploitasi dan membangun ritus kolektif untuk merawat diri, hingga akhirnya ia berdamai dengan rasa yang dulu menakutinya.
Chapter 17
7 hari lalu
Chapter 16
14 hari lalu
Chapter 15
27 hari lalu
Chapter 14
1 bulan lalu
Chapter 13
1 bulan lalu
Chapter 12
1 bulan lalu
Chapter 11
1 bulan lalu
Chapter 10
1 bulan lalu
Chapter 9
2 bulan lalu
Chapter 8
2 bulan lalu
Chapter 7
2 bulan lalu
Chapter 6
2 bulan lalu
Chapter 5
2 bulan lalu
Chapter 4
2 bulan lalu
Chapter 3
2 bulan lalu
Chapter 2
2 bulan lalu
Chapter 1
2 bulan lalu
Dilarang Toxic, Rasis, atau menimbulkan kerusuhan!
Yang ikut kerusuhan bakal kena ban juga! Jadi diemin aja, cukup laporin ke admin!
Dilarang pakai foto profil cabul!
Dilarang mengirim foto atau GIF cabul / tidak senonoh!
DILARANG KOMENTAR SOAL POLITIK!!
Yang belum tau cara spoiler, tolong lihat tutorial dulu yaa saudaraku!
DILARANG SPOILER ENDING!!
Cukup 1–2 chapter ke depan aja!
DILARANG SPAM KOMENTAR BUAT LEVELING!
Yang cuma spam emot atau komen hal yang sama tiap chapter juga kena ban!
Intinya, leveling nggak wajar = auto ban! Tolong yaa, yang normal aja 🙏
📣 Noted:
Yang melanggar rules di atas akan langsung kena BAN! Tanpa peringatan!
🔒 Akun komentarmu akan dibanned permanen dan tidak bisa balik lagi!!!
Your Reaction?
0 Responses
0 Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!